Suara Hati Nurani Cupang Pra Pemilu

Pemilu 2009 sebentar lagi. Para wakil rakyat sibuk mencari simpati. Tak beda dengan pemilu di negeri cupang. Berbagai cara dilakukan dalam rangka merebut hati pemilih. Caranya pun sangat bervariasi, mulai dari menyebar stiker, membagi sembako, amplop, hingga mengekspos diri saat menggadaikan perkakas rumah tangga. Weleh..weleh..lambaian ekor cupang mengikuti gelengan kepala.

topeng2

Jaman memang sudah maju, makin hari masyarakat, makin pintar,  makin tambah ngerti. Pendewasaan politik berjalan seiring dengan kemajuan cara berpikir masyarakat cupang.

Wahai calon pemimpin bangsa cupang, janganlah melalaikan solusi negeri cupang. Jegal menjegal, sikut menyikut, cemooh mencemooh, rendah merendahkan, bukanlah pendewasaan politik bagi masyarakat, apalagi sampai ada anarkhi yang merenggut nyawa. Politik bukanlah alat pemuas kebutuhan pribadi. Jaman tidak mudah dibodohi, hukum rimba sudah lama menjadi prasasti. Jadilah pejantan cupang nan tangguh, betina nan anggun, pemimpin yang santun non destruktif. Majulah dengan semangat dedikasi, tak kenal pamrih, tak gila harta, tak mabuk kejayaan, dan tidak narsis. Majulah cupangcupang petarungku! Mari sama-sama sukseskan pemilu dengan santun.

9 Komentar

  1. bangsa pelupa ini harus segera disegarkan ingatannya kembali, betapa konflik karena perbedaan pendapat sangat merugikan semua orang, selalu saja mereka lupa dan mengulanginya setiap saat, entah setan apa yang sudah merasuki….

  2. Yah..begitulah cupang, Mas Surya..Hehe..otaknya aja sak nyumlik..🙂
    Tapi satu sisi banyak beda pendapat kesempatannya sama juga ya buat bisa maju.. Kok ya milihnya yang ancur.. Satu pelajaran mungkin demokrasi baru | demokrasi narsis | demokrasinya orang “paling pinter”..

    Tapi saya yakin nanti kalo demokrasi di negeri cupang dah ratusan tahun perjalanan, ketika orang-orang udah gak merasa pintar, paling partai politik juga cuma dua.

    Waduh..malah ngowozz di sini. Dah ah..makasih Mas Sur, ya..

  3. emang mas, banyak cara negatif yang dilakukan oleh “mereka” dalam memperoleh suara! tapi yang itu balik lagi kepada warganya sendiri, apa masih mau di “bodohi”?
    salam kenal,dari saya!

  4. Ada berapa partai ya di dunia cupang itu? Apakah pemilihan caleg di dunia cupang sama juga nantinya dengan di dunia manusia ketika si pemilih harus mencoblos manusianya bukan partainya?

    Semoga sifat-sifat cupang yang suka berantem tidak menular kepada manusia dan semoga pemilu tahun ini lancar dan sukses.

  5. Apa seh yang direbutin, suara kok direbutin , tapi di sayangi, heheheheh. salam kenal mas

  6. menjelang pemilu, semoga saja rakyat negeri cupang tidak saling gontok2an. tetep rukun meski memakai jaket politik yang berbeda-beda. para politisi juga jangan hanya mendekati rakyat menjelang pemilu saja, tetpi tetep konsisten dg janji2nya yang pernah dikoarkan di atas mimbar kampanye.

  7. @ Jaffar Soddik : Wah…lebih banyak mas. Soalnya sifat dasar cupang sudah menular pd bangsa manusia…. Manusia dah ikutan jadi cupang.

    @ anak ampah : hehe… namanya juga bangsa cupang, dimaklumi aja mas.

    @ Pak Sawali : amin Pak. Saya gunakan kata “narsis” untuk model2 yang musiman ngerasa dekat dengan masyarakat, ekspos diri abis-abisan soal itu.

  8. Salam kenal juga, Mas Achmad Sholeh…

    Terima kasih mau berbasah-basah di kolam saya…🙂

  9. salam kenal mas

    Cuap Cupang
    Hehe…salam kenal juga…makasih mampirnya…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s