Tulisan yang Terpenggal…

Secangkir kopi pahit-pahit manis dah mampir di meja redaksiku. Sebuah meja mungil pendek dengan tempat duduk lesehan yang tiap hari menemani hari-hariku. Sebuah kipas angin mini melengkapi ruang kerjaku yang hanya mojok di ujung sebuah ruangan keluarga.

Beberapa buah mainan bocah sesekali berserakan disamping mejaku….ya…kadang…bukan kadang, sering malah, layar komputer kita pake berdua ama si lucu, sebelah buat kepentingan ibunya, dan sebelah lagi buat kepentingan anaknya….

Resiko…..resiko menggandrungi sesuatu sementara tak mau meninggalkan kewajiban yang lain. Bahkan sesekali si imut nyelo-nyelo ikutan pingin eksplorasi rasa ingintahunya sehingga bergiliranlah kita bak main lompat tali.

Yah…itung-itung daripada sekedar ngerumpi lebih baik mengutheg-utheg hal yang perlu untuk diutheg. Sayangnya, kadang sampai kehabisan akal untuk menguthegnya. Bukannya tidak ketahuan dimana rimbanya….rimbanya ketahuan, dimana lokasinya tahu, yang jadi urusan adalah ….. duor!!!Sebuah tembakan dari ujung jari telunjuk si imut mengagetkan keseriusanku. Gantian , mah…

Walah….lagi serius-seriusnya nulis tiba giliran dia nih….

Ntar dulu yah….

1 Komentar

  1. Teng teng teng… Aman terkendalikah disana..ini hansip ujung jalan pak… Kok sy denger suara dUAaaR… Kopinya boleh jg tu pak… Salam ayem tentrem kerta rahaja kalis ing sambikala
    Cuap Cupang
    Wheeeelah…uwaman…uwaman…Pak…monggo kopine pancen jossh…suwun mampirnya…:-)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s