A Poem for The Children’s Day in Cupang World

ANAKMU (puisi karya : Khalil Gibran)
Anakmu bukan milikmu
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidakdari engkau
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih-sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kauberikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaan-nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
=============================
Ulil dan Syahmi anakku…
Jadilah permata dengan sinar yang cemerlang
Jadilah embun dengan tetes-tetes kesejukan
Jadilah bunga dengan aroma yang mengharumkan
Puji syukur kehadirat Mu Ya Robbi yang telah menganugerahiku anak-anak yang lucu-lucu,
AmanahMu merupakan anugerah terindah dalam hidupku
Terima kasih Yaa Robb….
ku berharap bimbinganmu senantiasa menyertai langkah-langkahku agar aku tetap mampu memikul amanah dariMu ini dengan sekuat kemampuan pundakku
jika kerapuhan kelak mendatangiku, kuatkanlah…
papahlah aku hingga senyum di akhir hayatku menjadi kenikmatan disaat anak-anak titipanMu itu mengalirkan panjatan do’a padaMu untukku….
ANAKMU (puisi karya : Khalil Gibran)
Anakmu bukan milikmu
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidakdari engkau
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih-sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kauberikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaan-nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap
=============================
Ulil dan Syahmi anakku…
Jadilah permata dengan sinar yang cemerlang
Jadilah embun dengan tetes-tetes kesejukan
Jadilah bunga dengan aroma yang mengharumkan
Puji syukur kehadirat Mu Ya Robbi yang telah menganugerahiku anak-anak yang lucu-lucu,
AmanahMu merupakan anugerah terindah dalam hidupku
Terima kasih Yaa Robb….
ku berharap bimbinganmu senantiasa menyertai langkah-langkahku agar aku tetap mampu memikul amanah dariMu ini dengan sekuat kemampuan pundakku
jika kerapuhan kelak mendatangiku, kuatkanlah…
papahlah aku hingga senyum di akhir hayatku menjadi kenikmatan disaat anak-anak titipanMu itu mengalirkan panjatan do’a padaMu untukku….
ANAKMU (puisi karya : Khalil Gibran)
Anakmu bukan milikmu
Mereka putera-puteri Sang Hidup yang rindu pada diri sendiri
Lewat engkau mereka lahir, namun tidakdari engkau
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu
Berikan mereka kasih-sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri
Patut kauberikan rumah untuk raganya, tapi tidak untuk jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan
Yang tiada dapat kaukunjungi, sekalipun dalam impian
Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, anak panah yang meluncur
Sang Pemanah maha tahu sasaran bidikan keabadian,
Dia merentangmu dengan kekuasaan-nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat
Meliuklah dengan sukacita dalam rentangan tangan Sang pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak panah yang melesat laksana kilat,
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.###
Dua anak
Ulil dan Syahmi anakku…
Jadilah permata dengan sinar yang cemerlang
Jadilah embun dengan tetes-tetes kesejukan
Jadilah bunga dengan aroma yang mengharumkan
Puji syukur kehadirat Mu Ya Robbi yang telah menganugerahiku anak-anak yang lucu-lucu,
AmanahMu merupakan anugerah terindah dalam hidupku
Terima kasih Yaa Robb….
ku berharap bimbinganmu senantiasa menyertai langkah-langkahku agar aku tetap mampu memikul amanah dariMu ini dengan sekuat kemampuan pundakku
jika kerapuhan kelak mendatangiku, kuatkanlah…
papahlah aku hingga senyum di akhir hayatku menjadi kenikmatan disaat anak-anak titipanMu itu mengalirkan panjatan do’a padaMu untukku….

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s